7 Tips menghindari kebiasan dalam mengerjakan skripsi kuantitatif

7 Tips menghindari kebiasan dalam mengerjakan skripsi kuantitatif Skripsi merupakan bagian dari tugas utama seorang mahasiswa yang wajib untuk diselesaikan guna mendapatkan gelar sarjana. Dalam pengerjaannya pun tidak dapat dilakukan dengan sembarang, karena telah ada aturan baku atau format khusus yang wajib diikuti. Skripsi yang baik adalah skripsi yang sejalan dangan aturan yang telah ditetapkan oleh universitas. 

7 Tips menghindari kebiasan dalam mengerjakan skripsi kuantitatif


Masalah yang sering terjadi atau ditemui dalam pengerjaan skripsi adalah kebiasan isi yang ada di dalamnya. Skripsi yang bias jelas menjadi masalah yang besar dalam proses pengerjaannya, dan akan menjadi penghambat dalam penyelesaiannya. Dengan demikian maka perlu dikerjakan dengan hati-hati, dan sesuai dengan kaidah logis yang layaknya digunakan dalam mengerjakan skripsi.

Kebiasan yang terjadi dalam skripsi dapat ditemui pada beberapa hal atau bagian seperti metode penelitian yang digunakan tidak sesuai, tidak sinkronnya antara masalah penelitian dengan lokasi penelitian, ketidaksesuaian teknik sampling yang digunakan, tidak sesuainmya model analisis yang dipakai, dan lain sebagainya. Beberapa hal tersebut adalah bagian dari masalah yang harus dihindari atau diluruskan. Dengan demikian maka beberapa tips berikut ini dapat diterapkan dalam pengerjaan skripsi yang sedang kalian lakukan.

7 Tips menghindari kebiasan dalam mengerjakan skripsi kuantitatif:

1. Cermati bagian judul penelitian
2. Literatur yang digunakan sebagai dasar indikator dari suaru variabel harus jelas
3. Pastikan masalah yang ada di lokasi riset
4. Tidak boleh memaksakan data penelitian
5. Bersifat netral atau tidak memihak
6. Logika dalam kerangka berfikir
7. Pembuatan pembahasan

  • Cermati bagian judul penelitian

Penggunaan judul harus diteliti dengan baik, jangan sampai melibatrkan unit analisis yang lebih dari satu. Jika terjadi demikian maka akan analisis akhir akan menjadi bias dan tidak terfokus pada satu masalah inti. Lebih jelasnya yakni penggunaan variabel dalam judul harus sejalur atau mengarahkan pada satu uniot analisis.

  • Literatur yang digunakan sebagai dasar indikator dari suatu variabel harus jelas

Indikator yang digunakan akan berpengaruh pada temuan yang akan didapatkan, dengan demikian maka indikator yang digunakan harus berdasar pada teori yang jelas. Dalam konteks ini kebiasan dapat terjadi bilamana indikator yang digunakan sebagai dasar dari setiap pertanyaan tidak berpedoman pada teori yang jelas.

  • Pastikan masalah yang ada di lokasi riset

Kalian  harus benar-benar mengetahui secara pasti problematika lapangan yang terjadi, agar dalam menjelaskan masalah yang ada dapat terfokus pada inti masalah yang hendak diteliti. Walaupun terdapat beragam masalah unik yang hapir sama atau dapat dikupas, alangkah baiknya dipilih satu masalah khusus, agar bahasan yang akan didalami lebih spesifik atau terfokus.

  • Tidak boleh memaksakan data penelitian

Data penelitian atau disebut juga dengan data lapangan harus ditulis dengan berdasarkan fakta lapangan atau empiris. Data tidak boleh dibuat-buat agar menarik atau dengan alasan apapun. Hal ini penting karena membuktikan keaslian data. Simpulan sederhananya yakni dilarang melakukan manipulasi data.

  • Bersifat netral atau tidak memihak

Hasil riset tidak boleh terkesan menyalahkan atau membela salah satu dari golongan atau pihak tertentu. Riset yang melibatkan objek yakni terutama masyarakat, instansi, golongan, dan lain sebagainya harus mencerminkan realitas yang ada. Walaupun secara hubungan sosial si peneliti dekat dengan salah satu pihak, alasan ini tidak boleh digunakan untuk mengesampingkan fakta sosial yang terjadi.

  • Logika dalam kerangka berfikir

Kerangka berfikir disusun sebagai nalar logis dalam melihat permasalahan penelitian. Hal ini penting karena akan memperjelas logika peneliti dalam melihat permasalahan yang hendak didalami. Kerangka berfikir yang ditulisakan seyogyanya dibuat dengan pemikiran yang matang, sehingga bagian kerangka berfikir ini dengan hasil penelitian dan proses anaisisnya dapat sejalan atau tidak bertentangan satu sama lain.

  • Pembuatan pembahasan

Pembahasan memuat teks yang berisi kajian analisis yang melibatkan teori penelitian. Teori yang digunakan sebagai piasu analisis harusnya dapat mengupas masalah yang ada secara menyeluruh. Jadi akan memunculkan kebiasan bilamana teori yang digunakan tidak sesuai atau bertentangan dengan realita lapangan. Dalam penelitian kuantitatif, posisi teori menjadi hal mendasar yang sangat penting, jadi sebaiknya teori dengan fenomena yang terjadi dibungkus dalam bab pembahasan dengan hati-hati dan sejalan.

Kunjungi Juga Sosial Media Layanan Jasa Turnitin

1. Web = https://www.jasaturnitin.com/

2. Facebook = Jasaturnitin

3. Fanspage Facebook = Jasaturnitin

4. Instagram = @jasa_cekplagiasi

5. Pinterest = Jasaturnitin

6. Shopee = Jasaturnitin

7. Tokopedia = Jasaturnitin

8. Linked In = Jasa Turnitin

9. Twitter = Jasa Turnitin

10. Tiktok = Jasaturnitin19

0 Komentar