5 Hambatan penelitian yang sering dihadapi dalam lokasi penelitian

5 Hambatan penelitian yang sering dihadapi dalam lokasi penelitian - Penelitian dalam perjalanannya akan dihadapkan pada banyak kejutan, entah dalam bentuk hal yang menyenangkan maupun sebaliknya. Penelitian khususnya bagi mahasiswa S1 wajib dilakukan dan diselesaikan guna mendapatkan gelar sarjana yang diimpikan.

5 Hambatan penelitian yang sering dihadapi dalam lokasi penelitian

Setiap mahasiswa yang hendak memiliki gelar sarjana tersebut wajib membuat suatu penelitian dan ditulis dalam bentuk skripsi. Skripsi yang umumnya terbagi menjadi dua jenis memiliki tantangan atau lika-liku pengerjaannya masing-masing, begitu juga dengan beragamnya jurusan yang ditempuh dan skripsi yang dibuatnya, setiap perbedaan tersebut memiliki cerita atau dinamikanya masing-masing.

Cerita yang beredar di kalangan mahasiswa mengenai lika-liku atau tantangan yang dihadapi dalam mengerjakan skripsi baik pada tahap proposal penelitian maupun saat dilapangan kerap didengar oleh mayoritas mahasiswa.

Tulisan ini akan membahas mengenai hambatan-hambatan yang dihadapi oleh mahasiswa selaku peneliti yang secara spesifik ditemui di lapangan atau lokasi penelitian. Hambatan-hambatan ini merupakan hal penting yang wajib diketahui oleh peneliti yang handak mencari data dilapangan, dan setidaknya tulisan ini dapat memberikan gambaran serta dapat digunakan sebagai langkah antisipasi atas hambatan atau masalah yang mungkin ditemui di lapangan.

Daftar Isi:

1. Mengikuti kultur laoangan
2. Tingkah laku supervisior yang memanfaatkan kesempatan
3. Data primer yang sulit didapat
4. Fasilitas yang minim dalam pengambilan data
5. Kondisi lapangan yang tidak mendukung

  • Mengikuti kultur lapangan

Untuk mendapatkan data lapangan maka handaknya peneliti dapat bersikap adaptif dengan lingkungan sekitar dimana data penelitian digali. Keberagaman sifat dan karakter masyarakat memberikan tantangan bagi peneliti dalam hal penggalian data, terlebih lagi pada masyarakat yang memiliki karakteristik tertutup, jelas akan lebih susah dihadapi. Maka dari itu disarankan peneliti harus bersifat adaptif.

  • Tingkah laku supervisior yang memanfaatkan kesempatan

Bilamana penelitian dilakukan dilingkungan peruahaan atau instansi formal yang besar dan memungkinkan bertemu supervisior, terkadang supervisior dilapangan memanfaatkan peneliti untuk membentu tugasnya, yang demikian ini hanya ebuah kemungkinan semata.

  • Data primer yang sulit didapat

Data yang diambil dari pengakuan masyarakat merupakan hal pokok dan penting dalam penelitian. Maka dari itu data-data tersebut harus diperoleh. Namun bilamana menemukan masyarakat yang tidak dapat diajak bekerjasama atau cenderung tertutup maka akan menjadi hambatan berat bagi peneliti.

  • Fasilitas yang minim dalam pengambilan data

Peneliti yang terjun ke lapangan tidaklah semua sama, ada yang memiliki kelengkapan yang utuh dan ada yang turun ke lapangan dengan perlengkapan seadanya. Hambatan di lokasi penelitian dapat terjadi bilamana peneliti kekurangan alat pendukung pengambilan data, yakni seperti alat rekam, kendaraan, dll.

  • Kondisi lapangan yang tidak mendukung

Tempat yang dituju untuk diteliti sedang dalam kondisi yang tidak memungkinkan, yakni misalnya sedang terkena bencana yang memungkinkan peneliti tidak dapat masuk ke masyarakat. Salah satu contoh tersebut dapat dijadikan antisipasi bilamana peneliti handak turun ke lokasi penelitian.

Kunjungi Juga Sosial Media Layanan Jasa Turnitin

1. Web = https://www.jasaturnitin.com/

2. Facebook = Jasaturnitin

3. Fanspage Facebook = Jasaturnitin

4. Instagram = @jasa_cekplagiasi

5. Pinterest = Jasaturnitin

6. Shopee = Jasaturnitin

7. Tokopedia = Jasaturnitin

8. Linked In = Jasa Turnitin

9. Twitter = Jasa Turnitin

10. Tiktok = Jasaturnitin19

0 Komentar