3 Cara jitu mengatasi distribusi data yang tidak normal pada penelitian kuantitatif

3 Cara jitu  mengatasi distribusi data yang tidak normal pada penelitian kuantitatif - Penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang kerap kali dilakukan untuk membuktikan suati teori, dalam perjalanannya akan diisi dengan berbagai jenis analisis yang berbasis angka, yang demikian karena secara umum data kuantitatif adalah data numberik.

3 Cara jitu  mengatasi distribusi data yang tidak normal pada penelitian kuantitatif - Penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang kerap kali dilakukan untuk membuktikan suati teori, dalam perjalanannya akan diisi dengan berbagai jenis analisis yang berbasis angka, yang demikian karena secara umum data kuantitatif adalah data numberik.

Proses pengolahan data menuju sampai dengan perolehan hasil tidak selamanya lancar atau mulus. Realitas yang tidak dapat dipungkiri adalah ditemuinya hambatan-hambatan saat proses pengolahan data statistik dilakukan, maka dari itu banyak yang beranggapan bahwa penelitian kuantitatif kebih sulit dilakukan dari pada kualitatif, sebenarnya bukan masalah jenis penelitian, tetapi memang setiap orang memiliki kompetensi yang berbeda-beda. Jadi diantara kedua jenis penelitian tersebut sebenarnya tidak ada yang susah.

Bilamana handak melakukan uji analisis statistik parametrik seperti halnya melakukan uji korelasi product moment, maka satu hal penting yang harus terselesaikan, yakni didapatkannya data penelitian yang normal.

Normalnya data penelitian seolah menjadi syarat untuk dilakukannya proses analisis data yang lebih lanjut. Maka dari itu kalian dapat melihat dahulu data yang kalian miliki sebelum pengolahan data dilakukan, karena seandainya tidak dinormalkan terlebih dahulu maka akan dijumpai berbagai masalah dikedepannya.

Untuk mengetahui normal atau tidaknya suatu data maka kalian dapat memanfaatkan berbagai alat atau apilikasi statistik yang khusus dapat mengerjakan hal tersebut, salah satu alat yang serung digunakan yakni SPSS.

Poin utamanya di sini, yakni bilaman ditemukan bahwa data penelitian yang dimiliki dinyatakan tidak normal maka kalian harus menormalkannya terlebih dahulu. Cara sederhananya yakni seperti di bawah ini.

Daftar Isi

1. Membuang outliers yang ada dalam data

2. Melakukan transformasi data

3. Mengubah analisis ke Non-Parametrik

 

Membuang outliers yang ada dalam data

Salah satu penyebab tidak terdistribusinya data secara normal yakni karena ada outliers. Secara sederhana yang dimaksud dengan outliers adalah data denagn skore yang ekstrem, dengan demikian kalian ada baiknya membuang terlebih dahulu, karena dapat mengacaukan proses analisis statistik.

Melakukan transformasi data

Selain dengan membuang outliers, kalian dapat melakukannya dengan mentransformasikan data penelitian yang kalian miliki. Secara sederhana hal ini dapat dilakukan dengan melakukan perubahan data penelitian menjadi formula tertentu yang disesuaikan dengan grafik data yang dimiliki.

Mengubah analisis ke Non-Parametrik

Tips terakhir yang banyak dilakukan oleh mahasiswa maupun peneliti dalam menghadapi distribusi data yang tidak normal yakni dengan mengubah analisis ke Non-Parametrik, karena dalam analisis Non-Parametrik normalisasi data penelitian tidak dibutuhkan atau tidak berpengaruh.

Kunjungi Juga Sosial Media Layanan Jasa Turnitin

1. Web = https://www.jasaturnitin.com/

2. Facebook = Jasaturnitin

3. Fanspage Facebook = Jasaturnitin

4. Instagram = @jasa_cekplagiasi

5. Pinterest = Jasaturnitin

6. Shopee = Jasaturnitin

7. Tokopedia = Jasaturnitin

8. Linked In = Jasa Turnitin

9. Twitter = Jasa Turnitin

10. Tiktok = Jasaturnitin19

0 Komentar